Tuhan dalam Teror Bom

Reblogged from argumen-argumen:

Dimuat di Koran Tempo, 3 Oktober 2011

“Tindakan seperti itu adalah tindakan yang sangat biadab yang hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertuhan dan tidak berperikemanusiaan. Terorisme dan tindak kekerasan tidak dibenarkan oleh agama manapun.“Pernyataan ini dikemukakan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam acara konferensi pers mengecam peledakan bom Solo di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Solo, pada 25 September 2011.

Read more… 863 more words

aku sejujurnya

aku dalam masaku melantunkan syair merdu tentang hidup sempurna,

aku bukan pengemis santun dalam makna tabu memeluk ibadah agar orang patuh

aku tidak seperti penjilat moral berkedok agama sembunyi dibalik maksiat surga dunia

aku jujur walaupun terlihat risih dengan label haram dikepalaku

aku sejujur dosaku bukan pemakai pahala untuk menjual diriku

aku dihibur oleh mimpiku karna tak mampu mengejar bahagiaku

aku terbiasa dibodohi orang lain yang mengatasnamakan sejahtera seolah menyindir

aku bukan pembohong alim dengan topeng senyum santun setan

sejujur jujurnya aku adalah orang jujur manusiawi dengan kepala batu dari beton imitasi

aku dalam hidupku adalah diriku yang lain saat bahagiaku berpaling

aku menyanyi dalam gelapku mencari hati yang dulu merah berganti hitam

aku bukan penyair cinta hanya korban dilema anak manusia

aku mencari diriku mencapai bahagiaku dalam senyum,tangis,tawa,hina,luka bercampur dosa

aku pembual mesra bila bicara tentang cinta

aku pencinta tapi hanya diberi rasa iba dalam rasa terluka

aku bukan binatang malam hanya teman segelintir norma yang jalang

aku tak pernah munafiq bicara pahala cinta itu semudah mengetik

aku benci menunggu hanya terbuai wajah merayu dalam tawa kecil penghisap debu

aku merasa pagi dini hari belum saatnya untuk bersinar di siang hari

aku hanya bisu berteriak bukan berarti dungu apalagi tuna rungu

aku hanya tahu tuhan itu pemberi waktu untuk menunggu

jadi yakinlah bahagia ada saatnya begitupun derita dan kawan-kawan nya

kita manusia hanya manusia !!!

saat diujung pertemuan gelap dan terang

kamu merasa sepi
mungkin kamu tuli
karna saat itu ramai gemuruh mimpi

rasakan gelap itu bersinar
walau sepi tanpa hingar bingar

jangan hindari
kamu dibodohi
berjuta teori
tentang caci maki

hidup ini derita
jangan kamu serius bercinta
awalnya ceria
tapi akhirnya menangis juga

semua yang kamu anggap raja
hanya ada dalam kata andai saja
kamu terlalu menuntut bahagia
padahal penuh abrasi dan terluka

buatlah sederhana
karna buta itu sepenuhnya cahaya
jangan patok surga
karna itu awal bencana

aku bukan pembenaran
dari firman seorang bajingan
aku hanya berfikir manusiawi dalam otak hewan

ketika saatnya meringis bahagia
kamu terluka padahal tertawa

maka

temukanlah titik jenuh kehidupan
tentang rapuhnya harapan
satu dua detik coba rasakan
bebas dan terasing dari kebisingan

bunuhlah yang sempurna
mari kita jadi manusia yang seutuhnya

UNTUK KAMU YANG TERLEWAT WAKTU DAN TERLALU JAUH BERTEMU II

dalam tekanan ritmik dari cinta dalam sebotol vodka
terasa pait ketika kamu bercerita tentang bahagiamu bersamanya

gula dan madu terlalu manis tapi itu lebih manis ketika kamu tersenyum karna kamu tak pernah meringis sakit olehnya
ya aku bahagia

hanya masa lalu jarum jam cepat berlalu
hati itu tempat mengadu rasa manis pahitnya tentang kamu

diam berarti emas
bukan berarti diam itu tidak cemas
aku hanya malu mengganggu bahagiamu

asap sebatang rokok itu membuat candu
sama seperti saat pertama bertemu

memeluk bulan itu menghayal
persis seperti dahulu hingga sekarang

sampai kapan aku sadar
menunggu adalah hal yang tak wajar

cintamu sepahit topi miring
bohong bila manis rasanya
pantaskah aku berpaling
karna bahagiamu bersamanya

pernah terlintas terpaku lesu
apakah kau pantas ku tunggu

ini cinta atau kata-kata manis dibotol vodka
semoga kau bahagia walau hati bermandi luka

*untuk kamu yang terlewat waktu dan terlalu jauh bertemu

untuk kamu yang terlewatwaktu dan terlalu jauh bertemu

paras memangkas rasa.
hanya sekedar berani memendam hati.
palingkan kata demi kata hanya karna buta atau hanya merasa hina.
waktu cepat berlalu apa ini salahku?
apa ini salahmu?
lupakan saja karna telah berlalu.
sehina aku dan sempurna kamu hanya sepenggal lantunan lagu.
pernahkah kamu dengar lirih hatiku merintih berharap sempurnanya kamu.
pernahkah kamu melihat mataku menangis melihat sempurnanya kamu.
mungkin pernah tapi hanya mungkin tidak sama sekali.
seperti aku membisu dan sempurna kamu terpaku.
bukan aku bukan kamu tapi kenyataannya hanya dia.
hanya dia menyempurnakan sempurnanya kamu bukan aku sehina aku.
kamu lihat senyum yang manis bukan aku yang menangis.
kamu rasakan acuh sekali bukan aku yang peduli.
semuanya karna aku atau kamu?
mungkin saja aku yang terlalu atau kamu yang tidak tahu?